Air Mata Kenangan
بسم الله الرحمن الرحيم
Aku bersyukur kemarin dan hari ini masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia ini.
Semoga Allah memberkahi waktuku dan kalian yang membaca ini .
Ketika waktu zhuhur tadi aku terpikir suatu hal....
Tanpa sengaja aku mengingatnya kembali, kisah di masa lalu. Ntah mengapa,, sampai akhirnya aku bercerita disini.
---------------------------------------------------------------------
Dahulu kata Ibuku "Kamu dulu ketika SD kelas 1 pernah nangis dan minta pulang karena gak bisa menulis kalimat bismillahirrahmanirrahim dengan huruf arab"
Aku pun tersenyum dan tertawa mendengar itu, dan pada saat itu pula aku mengingatnya kembali. Hehe~
sempat memikirkan hal tersebut dan membandingkannya dengan sekarang.
Alhamdulillah sekarang sudah bisa, ntah kapan aku menyadarinya. walaupun tulisannya acak adul hihi..
tapi aku bersyukur atas Rahmat Allah Azza wa Jalla serta bantuan-Nya kemudian Ibu yang mengajariku dengan kesabarannya, aku menjadi bisa menulis kalimat. بسم الله الرحمن الرحيم .
~~~~~
3 tahun yang lalu....
Ketika pembagian raport pertama kali di kelas Idad Lughowi, teman-temanku berkumpul disana termasuk guru-guru ku, duduk di teras asrama akhawat yang lama.
"Menegangkan" ucapku dalam hati.
Tak lama kemudian raport pun dibagikan, disebutkan satu persatu nama-nama kami. Bahagia dan penuh dengan keceriaan wajah-wajah temanku.
Dan aku.. ada rasa kecewa didalam hati.
Tak sadar, air mata ku jatuh. Oh aku menangis.
baru kali ini aku menangis ketika dibagikan raport.
selama di sekolah umum kemarin tak ada menangisnya.
Pada saat itu juga, aku diberi semangat oleh orang yang terkasih.
Pertama, musyrifah asrama ku dulu
"Gak apa-apa, itu udah bagus kok, jangan nangis, berarti di semester depan harus dikejar lagi yaa.. semangat dong cici"
Kedua, sahabat karibku dan seperjuangan "Jangan pesimis, nanti kita belajar bareng lagi.. okey?" dengan gaya bahasa khasnya ^^
Ketiga, Guru tahfidzku dan tahsin sekaligus bahasa arab
"Desi kenapa nangis,, sedih ya?. tak apa desi jangan nangis, belajar lagi ya dengan sungguh-sungguh , jangan lihat nilainya yang penting desi semangat belajarnya. insyaa Allah nanti desi bisa dengan belajar. yaa" Ucapnya sambil memelukku dengan erat dan mengelus-elus dada belakangku :")
dann.. ya ini adalah awal perjuangan ku ^^ 2018
~~~~~
Itu sebagian kisah yang sangat dapat ku kenang dan aku ambil pelajarannya untuk hari ini dan hari yang akan datang. :)
ada banyak lagi sebenarnya cerita Menangisku dulu, hhe~
dari hal yang kecil seperti nangis karena kucing mati yang dikubur di tempat jemuran asrama lama. hiks:(
sampai hal yang besar , yang saat ini pun belum terselesaikan.
Pernah terpikir, "mungkin aku terlalu cengeng dan perasa" :(
Jadi, apapun itu mau ditangisi padahal terkadang hal sepele pun... yaa gitu.
Aku merasa betapa kecilnya diriku ini. hehe
---------------------------------------------------------------------
dan sekarang, aku menyadari.
Dunia ini keras, Air mata tak bisa menyelesaikan sebuah masalah,
Kini saatnya untuk Hadapi dan Jalani. ~
:)
Aku teringat kalimat ini "Dewasalah nak!"
sekian-
AnakAkhirat^^
@desept_nr
Palembang, 25 Agustus 2021
Komentar
Posting Komentar